Jumat, 30 Agustus 2013

Buku sebagai Tiang Pengetahuan


 Hidup manusia tidak lepas dari yang namanya pendidikan. Karena dari pendidikan itulah manusia bisa mengenal diri dan lingkungannya sendiri. Manusia bisa membentuk pengetahuan untuk dirinya baik melalui pendidikan informal maupun formal. Mungkin masih banyak orang yang mengenal penididikan diluar sana hanya sebatas datang ke bangku sekolah dan mendapat nilai dari guru lalu mendapat rangking. Namun ternyata masih banyak jenis pendidikan yang ada di peradaban ini yang kiranya dapat menunjang lagi kemampuan berpikirnya manusia tersebut sehingga bisa menjadi lebih baik lagi.
            Salah satu dari jenis pendidikan yang ada adalah teknologi pendidikan dimana teknologi pendidikan tersebut mampu memfasiitasi masalah orang yang mau belajar dan meningkatkan kinerja mereka menjadi lebih baik lagi. Sebagai fasilitator pembelajaran tentunya teknologi pendidikan mengenal media-media yang dapat menunjang fasilitas seseorang dalam belajar sehingga dapat memecahkan masalah mereka tersebut dalam proses pembelajaran .
            Salah satu media yang paling sering digunakan dan dikenal khalayak diseluruh dunia ialah buku. Ditengah peradaban dan zaman yang semakin maju, buku hampir saja kehilangan pamornya sebagai yang dimana dahulu ia dikenal sebagai jendela dunia. Banyaknya jenis media yang benar-benar dapat membuka jendela dunia lebih luas hampir saja menenggelamkan minat masyarakat untuk membaca buku .
            Namun di setiap media tetap saja ada kekurangan dan kelebihannya, begitupun dengan buku yang dimana ia mempunyai kelebihan yang tidak dimiliki media lain dan tetap mempertahankan eksistensasinya di bidang pengetahuan. Kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh buku ialah karena buku tersebut dapat mencakup keseluruhan materi yang diperlukan dan buku ialah media yang paling praktis penggunaanya sampai kepada perawatannya dan hanya buku ini saja media yang dapat mencapai seluruh lapisan masyarakat dari yang berada ditengah kota sampai di suatu wilayah  yang belum tersentuh banyak tangan manusia.
            Dalam lembaga sekolah atau pendidikan formal lainnya, buku ini juga mempunyai kelebihan yaitu sifat fleksibelitas buku yang dapat direvisi sesuai dengan kurikulum yang berlaku dan bisa dikembangkan lagi sesuai dengan perkembangan zaman. Buku juga dapat dijadikan modul atau acuan dalam proses peningkatan kulitas belajar dan kinerja. Buku ini juga bisa berfungsi untu alat evaluasi untuk murid ataupun guru.
            Maka dari itu di Prodi teknologi pendidikan di UNJ, untuk mempertahankan eksistensasinya buku sebagai jendela dunia seperti yang sudah dibahas tad , maka dibuka satu  mata kuliah yang bernama Pengembangan Bahan Ajar Cetak (PBAC) . Berdasarkan namanya mata kuliah ini bertujuan agar dapat mengembangkan bahan ajar cetak atau biasa yang dikenal sebagai buku untuk menjadi lebih baik lagi dan tetap diminati oleh masyarakat luas khususnya di bidang pendidikan.
            Dengan tujuan tersebut tentunya kami mahasiswa yang juga menyukai buku mempunyai banyak harapan saat nanti kami sudah menyelesaikan mata kuliah ini. Harapan utama kami yaitu kami sebagai mahasiswa jurusan teknologi pendidikan memiliki kemampuan untuk mengembangkan bahan ajar cetak sesuai dengan karakteristik siswa dan perkembangan zaman sehingga mampu mempertahankan eksistensasinya sebagai media di dunia pendidikan.
            Dari harapan utama tersebut, kami juga mempunya harapan khusus setelah mengikuti mata kuliah PBAC ini , yang dimana harapan tersebut mampu menjadi keahlian khusus kami dalam mengembangkan media pembelajaran. Harapan khusus tersbut diantaranya kami mampu mengetahui secara harfiah pengertian dari bahan ajar cetak itu sendiri. Lalu kami inigin mengetahui apa saja jenis- jenis dari bahan ajar cetak  serta kegunaan dari masing-mesing jenis  bahan ajar cetak tersebut.
            Untuk mengembangkan bahan ajar cetak yang sesuai dengan karakteristik siswa  maka tentunya kami berharap mampu memahami macam-macam karakteristik siswa yang bahan ajarnya akan dikembangkan sehingga kami mampu menyesuaikan dengan karaktersitik tersebut. Kami juga berharap untuk mengetahui tata cara untuk menyusun bahan ajar cetak sesuai dengan semestinya, kami juga berharap dapat memilah materi yang sesuai dengan karakteristik siswa serta kami juga berharap mampu mendesain bahan ajar cetak yang lebih menarik lagi.
            Disamping itu kami juga berharap mampu untuk meneliti sebuah bahan ajar cetak yang mungkin bisa kami jadikan sebuah refrensi yang baik untuk bahan penelitian kami selanjutnya serta kami juga mampu menilai sebuah buku tersebut, jadi bahan ajar cetak tersebut selain bisa untuk jadi alat evaluasi, bisa juga dijadikan bahan evaluasi untuk perkembangan selanjutnya yang lebih baik lagi.
            Dengan kami mempunyai harapan-harapan tersebut, kami sadar bahwa kami juga harus berusaha untuk mewuudkan harapan kami tersebut. Yang pertama kami lakukan yaitu mendoakan dosen kami yaitu Prof.B.P.Sitepu yang membimbing kami serta Miss Mitha yang membantu kami agar sehat-sehat selalu dan tidak menemui hambatan sehingga mereka bisa membimbing kami sampai pada akhir perkuliahan ini . Begitu juga dengan kami sebagai mahasiswa agar kami tidak menemui hambatan dan tetap mempertahankan motivasi kami dalam pelaksanaan mata kuliah PBAC ini.
            Usaha kami yang selanjutnya ialah kami harus disiplin dengan waku dan hadir selalu sesuai jadwal yang sudah ditentukan sehingga kami tidak tertinggal dalam proses yang sistematis dalam pengembangan bahan ajar cetak ini. Tidak lupa juga kami akan berusaha untuk mengerjakan semua tugas yang diperintahkan oleh dosen kami. Kami juga akan mengikuti kuis atau beberapa test lainnya yang akan menguji kemampuan kami. Dan dari semua usaha tersebut yang paling utama adalah kami akan menyimak dengan baik segala apa yang diberitahu oleh dosen kami dan kami akan menikmati setiap proses dengan focus sehingga dapat tewujud harapan kami yang sudah kami utarakan sebelumnya.
            Buku ialah tiang pengetahuan dimana jika tidak ada buku, kita tidak bisa membangun tiang tiang dalam pendidikan.  Itu berarti juga bahwa jika tidak ada buku, maka kita akan menemui kesulitan untuk berbagi ilmu pengetahuan kepada sesama kita dan kita pun menemui kesulitan dalam mencari ilmu-ilmu yang kita perlukan. Jadi, dengan adanya buku, kita akan mampu bekerja sama dengan semua orang yang sudah saling berbagi ilmu untuk membangun tiang-tiang pengetahuan untuk tingkat kehidupan yang lebih baik lagi.
            Belum pernah ada bukti kerugian yang ditimbulkan selama ini dengan membaca buku. Seperti kami mengutip perkataan dosen kami bahwa,” Kecanduan yang paling halal ialah kecanduan membaca buku.” Itu mengartikan bahwa membaca buku pasti menemui keuntungan yang tak pernah kita bayangkan sebelumnya. Membaca buku tidaklah sulit dan rumit yang seperti kita bayangkan , tapi yang sulit ialah bagaimana kita mampu mengusir rasa malas kita yang sangat menghambat kita dalam mencari pengetahuan yang ternyata sangat kita butuhkan dalam hidup kita. Mari kita sebagai mahasiswa ajak teman yang lain untuk  membudayakan membaca buku sehingga kita mampu bersama-sama mengembangkan kualitas hidup kita lebih baik lagi. Terima kasih .
Penulis : Grace Natalin (1215115130)
               Nurul Hazyiah. R (1215115134)
               Asri Soleha .N

Tidak ada komentar:

Posting Komentar