Hidup manusia tidak
lepas dari yang namanya pendidikan. Karena dari pendidikan itulah manusia bisa
mengenal diri dan lingkungannya sendiri. Manusia bisa membentuk pengetahuan
untuk dirinya baik melalui pendidikan informal maupun formal. Mungkin masih
banyak orang yang mengenal penididikan diluar sana hanya sebatas datang ke
bangku sekolah dan mendapat nilai dari guru lalu mendapat rangking. Namun
ternyata masih banyak jenis pendidikan yang ada di peradaban ini yang kiranya
dapat menunjang lagi kemampuan berpikirnya manusia tersebut sehingga bisa
menjadi lebih baik lagi.
Salah satu dari jenis pendidikan yang ada adalah teknologi pendidikan dimana
teknologi pendidikan tersebut mampu memfasiitasi masalah orang yang mau belajar
dan meningkatkan kinerja mereka menjadi lebih baik lagi. Sebagai fasilitator
pembelajaran tentunya teknologi pendidikan mengenal media-media yang dapat
menunjang fasilitas seseorang dalam belajar sehingga dapat memecahkan masalah
mereka tersebut dalam proses pembelajaran .
Salah satu media yang paling sering digunakan dan dikenal khalayak diseluruh
dunia ialah buku. Ditengah peradaban dan zaman yang semakin maju, buku hampir
saja kehilangan pamornya sebagai yang dimana dahulu ia dikenal sebagai jendela
dunia. Banyaknya jenis media yang benar-benar dapat membuka jendela dunia lebih
luas hampir saja menenggelamkan minat masyarakat untuk membaca buku .
Namun di setiap media tetap saja ada kekurangan dan kelebihannya, begitupun
dengan buku yang dimana ia mempunyai kelebihan yang tidak dimiliki media lain
dan tetap mempertahankan eksistensasinya di bidang pengetahuan.
Kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh buku ialah karena buku tersebut dapat
mencakup keseluruhan materi yang diperlukan dan buku ialah media yang paling
praktis penggunaanya sampai kepada perawatannya dan hanya buku ini saja media
yang dapat mencapai seluruh lapisan masyarakat dari yang berada ditengah kota
sampai di suatu wilayah yang belum tersentuh banyak tangan manusia.
Dalam lembaga sekolah atau pendidikan formal lainnya, buku ini juga mempunyai
kelebihan yaitu sifat fleksibelitas buku yang dapat direvisi sesuai dengan
kurikulum yang berlaku dan bisa dikembangkan lagi sesuai dengan perkembangan
zaman. Buku juga dapat dijadikan modul atau acuan dalam proses peningkatan
kulitas belajar dan kinerja. Buku ini juga bisa berfungsi untu alat evaluasi
untuk murid ataupun guru.
Maka dari itu di Prodi teknologi pendidikan di UNJ, untuk mempertahankan
eksistensasinya buku sebagai jendela dunia seperti yang sudah dibahas tad ,
maka dibuka satu mata kuliah yang bernama Pengembangan Bahan Ajar Cetak
(PBAC) . Berdasarkan namanya mata kuliah ini bertujuan agar dapat mengembangkan
bahan ajar cetak atau biasa yang dikenal sebagai buku untuk menjadi lebih baik
lagi dan tetap diminati oleh masyarakat luas khususnya di bidang pendidikan.
Dengan tujuan tersebut tentunya kami mahasiswa yang juga menyukai buku
mempunyai banyak harapan saat nanti kami sudah menyelesaikan mata kuliah ini.
Harapan utama kami yaitu kami sebagai mahasiswa jurusan teknologi pendidikan
memiliki kemampuan untuk mengembangkan bahan ajar cetak sesuai dengan
karakteristik siswa dan perkembangan zaman sehingga mampu mempertahankan
eksistensasinya sebagai media di dunia pendidikan.
Dari harapan utama tersebut, kami juga mempunya harapan khusus setelah
mengikuti mata kuliah PBAC ini , yang dimana harapan tersebut mampu menjadi
keahlian khusus kami dalam mengembangkan media pembelajaran. Harapan khusus
tersbut diantaranya kami mampu mengetahui secara harfiah pengertian dari bahan
ajar cetak itu sendiri. Lalu kami inigin mengetahui apa saja jenis- jenis dari
bahan ajar cetak serta kegunaan dari masing-mesing jenis bahan ajar
cetak tersebut.
Untuk mengembangkan bahan ajar cetak yang sesuai dengan karakteristik
siswa maka tentunya kami berharap mampu memahami macam-macam
karakteristik siswa yang bahan ajarnya akan dikembangkan sehingga kami mampu
menyesuaikan dengan karaktersitik tersebut. Kami juga berharap untuk mengetahui
tata cara untuk menyusun bahan ajar cetak sesuai dengan semestinya, kami juga
berharap dapat memilah materi yang sesuai dengan karakteristik siswa serta kami
juga berharap mampu mendesain bahan ajar cetak yang lebih menarik lagi.
Disamping itu kami juga berharap mampu untuk meneliti sebuah bahan ajar cetak
yang mungkin bisa kami jadikan sebuah refrensi yang baik untuk bahan penelitian
kami selanjutnya serta kami juga mampu menilai sebuah buku tersebut, jadi bahan
ajar cetak tersebut selain bisa untuk jadi alat evaluasi, bisa juga dijadikan
bahan evaluasi untuk perkembangan selanjutnya yang lebih baik lagi.
Dengan kami mempunyai harapan-harapan tersebut, kami sadar bahwa kami juga
harus berusaha untuk mewuudkan harapan kami tersebut. Yang pertama kami lakukan
yaitu mendoakan dosen kami yaitu Prof.B.P.Sitepu yang membimbing kami serta
Miss Mitha yang membantu kami agar sehat-sehat selalu dan tidak menemui
hambatan sehingga mereka bisa membimbing kami sampai pada akhir perkuliahan ini
. Begitu juga dengan kami sebagai mahasiswa agar kami tidak menemui hambatan
dan tetap mempertahankan motivasi kami dalam pelaksanaan mata kuliah PBAC ini.
Usaha kami yang selanjutnya ialah kami harus disiplin dengan waku dan hadir
selalu sesuai jadwal yang sudah ditentukan sehingga kami tidak tertinggal dalam
proses yang sistematis dalam pengembangan bahan ajar cetak ini. Tidak lupa juga
kami akan berusaha untuk mengerjakan semua tugas yang diperintahkan oleh dosen
kami. Kami juga akan mengikuti kuis atau beberapa test lainnya yang akan
menguji kemampuan kami. Dan dari semua usaha tersebut yang paling utama adalah
kami akan menyimak dengan baik segala apa yang diberitahu oleh dosen kami dan
kami akan menikmati setiap proses dengan focus sehingga dapat tewujud harapan
kami yang sudah kami utarakan sebelumnya.
Buku ialah tiang pengetahuan dimana jika tidak ada buku, kita tidak bisa
membangun tiang tiang dalam pendidikan. Itu berarti juga bahwa jika tidak
ada buku, maka kita akan menemui kesulitan untuk berbagi ilmu pengetahuan
kepada sesama kita dan kita pun menemui kesulitan dalam mencari ilmu-ilmu yang
kita perlukan. Jadi, dengan adanya buku, kita akan mampu bekerja sama dengan
semua orang yang sudah saling berbagi ilmu untuk membangun tiang-tiang
pengetahuan untuk tingkat kehidupan yang lebih baik lagi.
Belum pernah ada bukti kerugian yang ditimbulkan selama ini dengan membaca
buku. Seperti kami mengutip perkataan dosen kami bahwa,” Kecanduan yang paling
halal ialah kecanduan membaca buku.” Itu mengartikan bahwa membaca buku pasti
menemui keuntungan yang tak pernah kita bayangkan sebelumnya. Membaca buku
tidaklah sulit dan rumit yang seperti kita bayangkan , tapi yang sulit ialah
bagaimana kita mampu mengusir rasa malas kita yang sangat menghambat kita dalam
mencari pengetahuan yang ternyata sangat kita butuhkan dalam hidup kita. Mari
kita sebagai mahasiswa ajak teman yang lain untuk membudayakan membaca
buku sehingga kita mampu bersama-sama mengembangkan kualitas hidup kita lebih
baik lagi. Terima kasih .
Penulis : Grace Natalin
(1215115130)
Nurul Hazyiah. R (1215115134)
Asri Soleha .N
Tidak ada komentar:
Posting Komentar